LDII Bali

Berita seputar LDII Bali

LDII Bali adakan Cinta Alam Indonesia

Jumat, 22 Agustus 2008

Generasi muda rentan terhadap ancaman narkoba. Berdasarkan data BNN, narkoba juga telah merasuk ke setiap lini masyarakat. Mulai dari anak-anak, pegawai, pelajar, petani, buruh sampai mahasiswa. Keimanan dapat menjadi perisai yang ampuh untuk menangkal bahaya narkoba, bahkan pengaruh-pengaruh negatif lainnya. Berangkat dari keprihatinan inilah LDII Provinsi Bali kemudian menggelar perkemahan. Kegiatan yang mengusung tema Cinta Alam Indonesia (CAI) itu digelar 4-6 Juli 2008 di Bumi Perkemahan Danau Buyan, Bedugul, Tabanan. Diikuti 150 peserta, utusan dari berbagai daerah di Bali. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar yang kebetulan sedang liburan. Selain pemberian materi berupa makalah, peserta juga digembleng secara mental melalui sejumlah permainan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Atim Haryanto SE, menyatakan tujuan diadakan perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) oleh LDII Provinsi Bali kali ini selain memberikan bekal penyuluhan tentang bahaya narkoba, juga memberikan motivasi kepada para generasi muda untuk tetap semangat dalam berusaha mengembangkan potensi diri yang ada pada masing-masing peserta.
Sejumlah game yang menarik dalam outbound disisipkan disela-sela acara juga memberikan semangat dan pengertian tentang arti pentingnya kerjasama yang baik dalam setiap kegiatan. Acara yang dibuka secara resmi oleh Pembina LDII Provinsi Bali, HM. Soim tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar. Hal ini bisa dilihat dari persiapan panitia acara yang matang. Ketersediaan fasilitas pendukung perkemahan seperti tenda peleton, dapur umum dan MCK menjadi fokus perhatian. Menariknya acara tersebut menyedot sejumlah pengunjung yang ikut memadati area disekitar bumi perkemahan tersebut.
Bookmark and Share

LDII Bali Gelar Seminar Pendidikan Anak

I Gusti Ayu Tirtha Adiasari, SE

I Gusti Ayu Tirtha Adiasari, SE

Biro Pemberdayaan Wanita & kesejahteraan Keluarga DPD LDII Prov Bali menggelar seminar untuk kaum ibu dengan tema mengenai pentingnya pendidikan teknologi dalam mengasuh anak.
Bertempat di Aula LDII, acara seminar tersebut menghadirkan pembicara, I Gusti Ayu TirthaAdiasari, SE, pimpinan Niti Mandala Club, sebuah lembaga pendidikan yang melayani kebutuhan alternatif belajar bagi siswa yang mempunyai masalah dalam model pendidikan formal.
Ratusan peserta seminar yang sebagian besar masih awam soal teknologi terkini terlihat sangat antusias mengikuti hingga acara berakhir.
Dengan penyajian yang atraktif peserta belajar mengenai pendidikan bagi anak di zaman yang tidak bisa lepas dari dunia teknologi ini.
Ketua panitia seminar, Hj Ni Made Win
iarti mengungkapkan, kegiatan pada tanggal 17 Januari 2010 ini merupakan awal dari program kerja lima tahun Biro Peranan Wanita dan Kesejahteraan LDII Provinsi Bali.
diharapkan dengan adanya seminar semacam ini peranan kaum ibu dan kaum istri dalammewujudkan keluarga sakinah mawadah wa rahmah bisa  meningkat, terutama juga dalam masalah mendidik anak yang di masa sekarang sangat rentan terpengaruh oleh hal negatif dari adanya teknologi,” katanya.
Dengan pemahaman yang baik tentang pentingnya pendidikan teknologi, kaum Ibu bisa lebih piawai dalam mendidik anak-anaknya menjadi cerdas namun tetap berakhlak.(*)

Denpasar (ANTARA News)

COPYRIGHT © 2009

Sabtu, 17 Januari 2010 16:05 WIB

Bookmark and Share

LDII Bali - Latih Blogger Pemula

LDII Provinsi Bali menggelar lokakarya bagi para Bogger pemula dengan tema “Internet Sehat”.yang diikuti 40 orang bloger dari aktivis LDII maupun dari luar LDII.

Acara yang terselenggara berkat kerjasama LDII dengan pihak sponsor tersebut diadakan dengan tujuan mencetak bloger-bloger yang handal sekaligus punya, etika baik dalam penulisannya maupun isi dari postingannya. Sebagai pemateri didatangkan dari kalangan media massa, akademisi dan juga ulama.

peranan bloger dewasa ini semakin diperlukan, terutama untuk menangkal informasi di internet yang bernada negatif dan menyerang kelompok tertentu” kata Ketua panitia, Suparto.

Wakil Ketua DPD LDII Provinsi Bali itu juga menjelaskan bahwa pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memberikan wawasan bagi para bloger untuk bisa menulis di blognya dengan menggunakan kaidah bahasa yang baik, dalam hal ini bahasa Indonesia.

“Kami juga ingin memberikan pengetahuan mengenai dasar-dasar jurnalistik bagi teman-teman bloger sehingga mereka bisa melakukan aktifitas tulis menulis dengan memiliki ilmu. Apalagi, bloger saat ini juga bisa membawa misi sebagai jurnalisme warga,” katanya.

Mengenai kehadiran ulama dalam lokakarya itu, katanya, untuk memberikan masukan mengenai pentingnya menerapkan norma-norma agama dalam kegiatan berinternet karena saat ini aktifitas di dunia maya memang sangat rawan dengan pengaruh-pengaruh buruk yang tidak sesuai ajaran agama.

Adanya postingan negatif di dunia maya mengenai LDII, Suparto menjelaskan bahwa semua informasi itu tidak benar. Oleh karena itu salah satu misi penting yang diemban dalam menggelar ajang lokakarya bagi bloger ini adalah untuk menangkal semua informasi negatif mengenai LDII.

“Diharapkan dengan banyaknya bloger dari kalangan dan yang mengerti mengenai LDII ini bisa menuliskan aktifitas LDII dan juga kiprah-kiprahnya dalam turut serta membangun masyarakat Indonesia,” katanya.

Denpasar (ANTARA News)

COPYRIGHT © 2009

Sabtu, 26 Desember 2009 16:05 WIB

Bookmark and Share

LDII Kab Badung Audiensi dengan DANDIM 1611/Badung

Dandim 1611 dan Ketua LDII Kab. Badung

Dandim 1611 dan Ketua LDII Kab. Badung

Setelah dilantik, pengurus LDII Kabupaten Badung periode 2009-2014 segera melakukan Audiensi dengan aparat terkait. Dan sebagai langkah awal, mereka beraudiensi sekaligus memperkenalkan susunan kepengurusan LDII Kabupaten Badung yang baru kepada Dandim 1611 Badung Letkol ARH Pontjo Wasono K yang didampingi oleh Kasdim Janto

Dalam pertemuan tersebut Letkol ARH Pontjo Wasono K menyampaikan pandangan-pandangan beliau tentang aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Antara lain pentingnya nilai Nasionalisme yang diwujudkan dalam pemberdayaan ekonomi dan pendidikan dalam masyarakat, perlunya sinergi dalam keragaman masyarakat serta pentingnya sektor pendidikan sebagai solusi untuk mewujudkan stabilitas keamanan didalam masyarakat.

Selanjutnya Pengurus LDII Kabupaten Badung yang dalam kesempatan tersebut dipimpin oleh Hardilan, SH (sebagaiKetua), H.Samsudin, SE (Wakil Ketua), Hikmat Pertemuan (Wakil Ketua), Bambang Risnanda (Sekretaris) dan Winarto (Wakil Sekretaris) juga memberikan kalender LDII tahun 2010 serta buku hasil RAPIMNAS LDII Tahun 2009.

Badung, 17 Desember 2009

(Humas LDII Badung)

Bookmark and Share

Safari Kamtibmas Kapolres Badung Provinsi Bali

LDII Kabupaten Badung Provinsi Bali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Acara Safari Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Badung pada tanggal 13 Nopember 2008 lalu.Acara yang diadakan di Sekretariat LDII Kab. Badung tersebut dihadiri Camat Kuta Utara, Lurah Kerobokan Kaja, Kepala Lingkungan Br. Surya Bhuana, serta segenap Pimpinan LDII se-Kabupaten Badung dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Hardilan,SH. Selaku Ketua LDII Kab.Badung menjelaskan, dalam acara tersebut hadir sekitar 80 peserta dan berjalan dengan tertib, karena juga melibatkan aparat kepolisian dengan dibantu anggota pengamanan Banjar Surya Bhuana atau lebih dikenal sebagai Pecalang .

Dalam pengarahannya, Kapolres Badung AKBP. Achmad Subarkah, SIK melalui Kabag Bina Mitra Polres Badung AKP. I Gusti Ayu Sasih, SH menjelaskan tentang berbagai tugas Polri terutama yang berkaitan dengan kondisi Kamtibmas di Kabupaten Badung

(LDII Bali)

Agus Purmadi, SH.
kayyisu@yahoo.com

Bookmark and Share

LDII masuk menjadi pengurus FUI Bali

Fui_bali_03_1

Dengan Paradigma barunya, LDII Bali mulai menunjukkan citra positifnya. Isu miring tentang citra “eksklusiv” dan “sesat” sudah bisa ditepis dengan masuknya LDII Bali dalam kepengurusan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI)Bali yang baru dibentuk pada hari Minggu, 9 Agustus 2008 di Renon, Denpasar-Bali.

Dalam sambutan pelantikan Pengurus Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Provinsi Bali, Ketua MUI Provinsi Bali H.Hasan Ali mengatakan”Adanya berbagai Kelompok-kelompok muslim, ormas-ormas Islam janganlah itu dinilai sebagai perpecahan, tapi jadikanlah keberadaan mereka-mereka itu sebagaimana sabda Rosululloh SAW “bahwa muslim yang satu dengan muslim yang lainnya itu sebagaimana bangunan yang satu, dimana mereka saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya, dalam bangunan  rumah, disitu ada lantai, ada tembok, ada tiang, ada atap dan sebagainya, yang masing-masing punya peran yang sesuai dengan fungsinya, dan mereka saling menguatkan Begitu juga dengan adanya berbagai Ormas, mereka semua sudah semestinya dirangkul untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah sesuai perannya masing-masing.
“Antar Ormas Islam tidak bisa saling memaksakan kehendak sesuai dengan yang mereka pahami.

Fui_bali_01_1

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Provinsi Bali sendiri mewadahi berbagai komponen muslim yang ada di Bali, seperti yang dijelaskan oleh Ketua FUI Provinsi Bali, H.Hasan Basri, SE, MBA. terbukti dengan didudukkannya para pengurus FUI Bali dari berbagai  komponen Islam tersebut.
Salah satu pengurus yang dilantik berasal dari LDII Provinsi Bali, Hardilan, SH.

Pelantikan yang diadakan di kawasan Renon Denpasar tersebut dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai elemen Islam di Bali.

Keterlibatan personil LDII Bali dalam kepengurusan FUI Provinsi Bali tersebut menunjukkan bahwa LDII Bali sudah mulai terbuka, LDII tidak eksklusif, LDII tidak sesat  seperti yang sering diberitakan.

Para pengurus FUI Bali yang baru dilantik

Para pengurus FUI Bali yang baru dilantik

Rencananya setelah pembentukan FUI Provinsi Bali, juga akan dibentuk FUI ditingkat Kota dan Kabupaten se-Bali. Demikian agenda yang  dibuat oleh MUI Bali tersebut

(LDII Bali)

Agus Purmadi, SH.
kayyisu@yahoo.com

Bookmark and Share

Bacaan Qiroah Sab’ah

Qiroah_01

LDII BALI MENGGELAR PENGAJIAN BACAAN QIRO’AH SAB’AH (TUJUH MACAM BACAAN AL QURAN)

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali menggelar Pengajian Khataman Qiro’atus sab’ah atau membaca Ayat sci Al Qur’an dengan tujuh cara baca untuk pertama kali di Wilayah Bali. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk upaya mendalami bacaan Al Qur’an yang memang memiliki keragaman bacaan.

Ajang pengajian ini dilaksanakan mulai tanggal 13 April hingga 19 April di Gedung Serbaguna LDII, Hadir dalam acara tersebut sejumlah Ulama MUI Bali, MUI Denpasar, tokoh dari Ormas Islam serta Pengurus LDII se-Bali

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Provinsi Bali K.H. Hasan Ali, BA. Menyatakan dukungannya kepada Ulama LDII untuk terus mengembangkan Ilmu Bacaan serta ma’na Al Qur’an, salah satunya bacan Qiro’atus sab’ah  yang memang terbilang masih jarang dipelajari, namun demikian Beliau berpesan agar perbedaan bacaan Al Qur’an janganlah dijadikan untuk memicu konflik atau perpecahan internal. Sebab meskipun berbeda cara membaca tetapi makna dan arti yang terkandung dalam Al Qur’an tidak berubah. Dalam sejarahnya Al Qur’an itu diturunkan dengan tujuh bacaan adalah untuk memudahkan umat Muhammad, yang terdiri atas berbagai suku sehingga ada perbedaan lesan dan dialeknya

Qiroah_02

Sementara itu Ketua Panitia Ir. H.A. Sutrisno yang juga Wakil Ketua DPD LDII Provinsi Bali mengatakan acara tersebut diikuti oleh peserta tetap yang berjumlah 50 orang berasal dari utusan DPD Kabupaten/Kota, serta peserta tidak tetap dengan membuka kesempatan kepada masyarakat muslim yang ingin ikut serta.

Ditambahkan oleh Ir.H.A. Sutrisno, untuk empelajari ilmu Qiro’atus sab’ah ini, ulama-ulama LDII di tingkat pusat melakukan studi secara langsung kepada ulama-ulama Mesir yang merupakan Guru Besar dari Universitas Al Ahzah yang kemudian diajarkan kepada Ulama-ulama LDII di tingkat Provinsi

(LDII Bali)

Agus Purmadi, SH.
kayyisu@yahoo.com

Bookmark and Share

Kolaborasi LDII Bali dan Polda Bali

H.M.Dasir (Polda Bali), Drs Setyo Pranoto (Ketua LDII Bali)
H.M.Dasir (Polda Bali), Drs Setyo Pranoto (Ketua LDII Bali)

Serukan Pesan Perdamaian dan Kerukunan antar Umat

Ditengah-tengah makin mahalnya sebuah kerukunan, kekompakan dan persaudaraan yang makin tergerus di bumi nusantara ini. Pesan-pesan perdamaian tampaknya menjadi salah satu upaya yang cukup jitu untuk mengingatkan kembali akan pentingnya persatuan dan kesatuan diantara perbedaan yang ada. Karena hakikinya perbedaan tersebut merupakan rahmat yang justru harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Hikmah inilah yang bisa dipetik dari pesan sarat makna yang  disampaikan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  Provinsi Bali bersama-sama kepolisian daerah Bali (Polda Bali) dalam sebuah acara dakwah bertajuk ‘Ceramah Umum tentang Pembinaan Umat untuk Meningkatkan Terwujudnya kerukunan, Kekompakan Inter dan Antar-Umat Beragama oleh Polda Bali yang digelar di gedung serbaguna LDII, di kawasan Padang Griya, Denpasar pada Kamis (7/2/2008) lalu.

Dalam kegiatan tersebut Kompol Drs.H.M Dasir selaku pembicara utama menyatakan, “Akhir-akhir ini persaudaraan dan persatuan memang sedikit terlupakan, karena perbedaan aliran, perbedaan partai, dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana pun juga kita harus menciptakan kerukunan untuk bisa hidup  berdampingan secara damai dan tentram,”jelas H.M Dasir di hadapan ratusan umat yang hadir pagi hingga siang hari tersebut.

Untuk itu beliau menghimbau agar kerukunan di kalangan internal maupun antar umat beragama bisa dipupuk dan dikembangkan secara terus menerus. ”Mari kita saling memaafkan, dan menyadari serta melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik agar dalam perjalanan kita tidak salah persepsi, yang bisa bermuara pada timbulnya sebuah perpecahan,” tambah pria yang aktif membina umat di Masjid Polda Bali ini.

H.M.Dasir (Polda Bali)
H.M.Dasir (Polda Bali)

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua DPD LDII Provinsi Bali selaku Ketua Panitia acara, Ir.H.Abdullah Sutrisno menjelaskan, selama ini LDII berupaya untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama. Bahkan di Bali, LDII kerap melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga agama di luar Islam serta lembaga terkait lainnya. Ia menambahkan berbagai aktifitas yang pernah digelar dengan menggalang kerjasama tak hanya kalangan muslim semata, misalnya khitanan massal, dimana kegiatan tersebut juga diperuntukkan bagi mereka yang menginginkan berkhitan dengan tujuan kesehatan. Selain itu acara rutin tahunan seperti hari raya Qurban, pihak LDII juga selalu menyertakan umat-umat agama lain dalam mendistribusikan pembagian daging qurban.

(LDII BALI)

H.Agus Purmadi, SH

kayyisu@yahoo.com

Bookmark and Share