Archive for August, 2008

LDII masuk menjadi pengurus FUI Bali

Sunday, August 10th, 2008

Fui_bali_03_1

Dengan Paradigma barunya, LDII Bali mulai menunjukkan citra positifnya. Isu miring tentang citra "eksklusiv" sudah bisa ditepis dengan masuknya LDII Bali dalam kepengurusan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI)Bali yang baru dibentuk pada hari Minggu, 9 Agustus 2008 di Renon, Denpasar-Bali.

Dalam sambutan pelantikan Pengurus Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Provinsi Bali, Ketua MUI Provinsi Bali H.Hasan Ali mengatakan"Adanya berbagai Kelompok-kelompok muslim, ormas-ormas Islam janganlah itu dinilai sebagai perpecahan, tapi jadikanlah keberadaan mereka-mereka itu sebagaimana sabda Rosululloh SAW "bahwa muslim yang satu dengan muslim yang lainnya itu sebagaimana bangunan yang satu, dimana mereka saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya, dalam bangunan  rumah, disitu ada lantai, ada tembok, ada tiang, ada atap dan sebagainya, yang masing-masing punya peran yang sesuai dengan fungsinya, dan mereka saling menguatkan Begitu juga dengan adanya berbagai Ormas, mereka semua sudah semestinya dirangkul untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah sesuai perannya masing-masing.
"Antar Ormas Islam tidak bisa saling memaksakan kehendak sesuai dengan yang mereka pahami.

Fui_bali_01_1


   

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Provinsi Bali sendiri mewadahi berbagai komponen muslim yang ada di Bali, seperti yang dijelaskan oleh Ketua FUI Provinsi Bali, H.Hasan Basri, SE, MBA. terbukti dengan didudukkannya para pengurus FUI Bali dari berbagai  komponen Islam tersebut.
Salah satu pengurus yang dilantik berasal dari LDII Provinsi Bali, Hardilan, SH.

Pelantikan yang diadakan di kawasan Renon Denpasar tersebut dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai elemen Islam di Bali.

Keterlibatan personil LDII Bali dalam kepengurusan FUI Provinsi Bali tersebut menunjukkan bahwa LDII Bali sudah mulai terbuka, LDII tidak eksklusif, LDII tidak sesat  seperti yang sering diberitakan.

Rencananya setelah pembentukan FUI Provinsi Bali, juga akan dibentuk FUI ditingkat Kota dan Kabupaten se-Bali. Demikian agenda yang  dibuat oleh MUI Bali tersebut

(LDII Bali)

Agus Purmadi, SH.

kayyisu@yahoo.com

Hardilan_fui

 

Bacaan Qiroah Sab’ah

Sunday, August 10th, 2008

Qiroah_01

LDII BALI
MENGGELAR  ASRAMA BACAAN QIRO’AH SAB’AH (TUJUH MACAM BACAAN
ALQURAN)

Lembaga Dakwah
Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali menggelar Pengajian Khataman
Qiro’atus sab’ah atau membaca Ayat sci Al Qur’an dengan tujuh cara baca untuk
pertama kali di Wilayah Bali. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk upaya
mendalami bacaan Al Qur’an yang memang memiliki keragaman bacaan.

Ajang pengajian
ini dilaksanakan mulai tanggal 13 April hingga 19 April di Gedung Serbaguna LDII,
Hadir dalam acara tersebut sejumlah Ulama MUI Bali, MUI Denpasar, tokoh dari
Ormas Islam serta Pengurus LDII se-Bali

Dalam
sambutannya, Ketua Umum MUI Provinsi Bali K.H. Hasan Ali, BA. Menyatakan
dukungannya kepada Ulama LDII untuk terus mengembangkan Ilmu Bacaan
serta ma’na Al Qur’an, salah satunya bacan Qiro’atus sab’ah yang memang terbilang masih jarang dipelajari, namun demikian Beliau berpesan
agar perbedaan bacaan Al Qur’an janganlah dijadikan untuk memicu konflik atau
perpecahan internal. Sebab meskipun berbeda cara membaca tetapi makna dan arti
yang terkandung dalam Al Qur’an tidak berubah. Dalam sejarahnya Al Qur’an itu diturunkan dengan tujuh bacaan adalah
untuk memudahkan umat Muhammad, yang
terdiri atas berbagai suku sehingga ada perbedaan lesan dan dialeknya

Qiroah_02

Sementara itu
Ketua Panitia Ir. H.A. Sutrisno yang juga Wakil Ketua DPD LDII Provinsi
Bali mengatakan acara tersebut diikuti
oleh peserta tetap yang berjumlah 50 orang berasal dari utusan DPD Kabupaten/
Kota, serta peserta tidak tetap dengan membuka kesempatan kepada masyarakat
muslim yang ingin ikut serta.

Ditambahkan oleh
Ir.H.A. Sutrisno, untuk empelajari ilmu Qiro’atus sab’ah ini, ulama-ulama LDII
di tingkat pusat melakukan studi secara langsung kepada ulama-ulama Mesir yang
merupakan Guru Besar dari Universitas Al Ahzah yang kemudian diajarkan kepada
Ulama-ulama LDII di tingkat Provinsi

(LDII BALI)

Agus Purmadi, SH.

kayyisu@yahoo.com

Kolaborasi LDII Bali dan Polda Bali

Sunday, August 10th, 2008

Hm_dasir

Serukan Pesan Perdamaian dan
Kerukunan antar Umat

 

Ditengah-tengah makin mahalnya
sebuah kerukunan, kekompakan dan persaudaraan yang makin tergerus di bumi
nusantara ini. Pesan-pesan perdamaian tampaknya menjadi salah satu upaya yang
cukup jitu untuk mengingatkan kembali akan pentingnya persatuan dan kesatuan
diantara perbedaan yang ada. Karena hakikinya perbedaan tersebut merupakan
rahmat yang justru harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Hikmah inilah yang bisa dipetik dari pesan sarat makna
yang disampaikan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  Provinsi Bali bersama-sama
kepolisian daerah Bali (Polda Bali) dalam sebuah acara dakwah bertajuk ‘Ceramah Umum tentang Pembinaan Umat untuk Meningkatkan
Terwujudnya kerukunan, Kekompakan Inter dan Antar-Umat Beragama oleh Polda Bali
yang digelar di gedung serbaguna LDII, di kawasan Padang Griya, Denpasar pada
Kamis (7/2/2008) lalu.

Dalam kegiatan tersebut Kompol
Drs.H.M Dasir selaku pembicara utama menyatakan, “Akhir-akhir ini persaudaraan
dan persatuan memang sedikit terlupakan, karena perbedaan aliran, perbedaan
partai, dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana pun juga kita harus menciptakan
kerukunan untuk bisa hidup berdampingan secara damai dan tentram,”jelas H.M
Dasir di hadapan ratusan umat yang hadir pagi hingga siang hari tersebut.

Untuk itu beliau menghimbau agar
kerukunan di kalangan internal maupun antar umat beragama bisa dipupuk dan
dikembangkan secara terus menerus. ”Mari kita saling memaafkan, dan menyadari
serta melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik agar dalam perjalanan
kita tidak salah persepsi, yang bisa bermuara pada timbulnya sebuah
perpecahan,” tambah pria yang aktif membina umat di
Masjid Polda Bali
ini.

Hm_dasir_02

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua
DPD LDII Provinsi Bali selaku Ketua Panitia acara, H.Abdullah Sutrisno
menjelaskan, selama ini LDII berupaya
untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama. Bahkan di Bali, LDII kerap
melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga agama di luar Islam serta lembaga
terkait lainnya. Ia menambahkan berbagai aktifitas yang pernah digelar dengan
menggalang kerjasama tak hanya kalangan muslim semata, misalnya khitanan
massal, dimana kegiatan tersebut juga diperuntukkan bagi mereka yang
menginginkan berkhitan dengan tujuan kesehatan. Selain itu acara rutin tahunan
seperti hari raya Qurban, pihak LDII juga selalu menyertakan umat-umat agama
lain dalam mendistribusikan pembagian daging qurban.

(LDII BALI)

Agus Purmadi
kayyisu@yahoo.com